Beberapa Tanda Tanda Kamu Mengalami Ketidakseimbangan Elektrolit, Cepat Atasi

BERKAHPOKER Kamu mungkin sering mendengar tentang minuman elektrolit dan paham bahwa mengembalikan elektrolit penting setelah berolahraga. Namun, tahukah kamu apa itu elektrolit?

Nah, elektrolit sebenarnya adalah mineral, seperti natrium, kalium, klorida, magnesium, kalsium, fosfat, bikarbonat yang larut dalam cairan tubuh dan menciptakan ion bermuatan listrik.

Ion-ion tersebut sangat penting karena membantu fungsi saraf dan otot serta keseimbangan cairan tubuh, tekanan darah, dan pH darah. Lantas apakah yang akan terjadi jika terjadi ketidakseimbangan elektrolit? Di bawah ini akan dijelaskan beberapa hal atau tanda yang mungkin terjadi jika kamu mengalami ketidakseimbangan elektrolit.

1.Detak jantung lambat atau tidak teratur

Kalium memfasilitasi impuls listrik yang dibutuhkan tubuh untuk kontraksi otot dan fungsi normal otak serta saraf.

Elektrolit juga bekerja sama dengan natrium untuk mempertahankan kontraksi otot normal dan fungsi jantung, sehingga menjaga mineral penting untuk mengendalikan detak jantung.

Hipokalemia atau kekurangan kalium terjadi saat tubuh kehilangan cairan, bisa melalui diare atau muntah. Hipokalemia ringan umumnya bersifat asimtomatik, tetapi hipokalemia sedang dan berat dapat memicu kelemahan otot, kejang otot, kesemutan, mati rasa, palpitasi, denyut jantung lambat, hingga henti jantung.

Sementara itu, hiperkalemia atau kelebihan kalium dalam tubuh terkait dengan penyakit ginjal. Kelenjar kalium dalam sistem dapat memicu kelemahan otot, kelumpuhan, dan kemungkinan disritmia jantung yang mengancam jiwa. Pada kasus hiperkalemia yang mengancam jiwa, dapat diobati dengan dialisis dan obat penurun kalium dan membatasi asupan kalium.

2. Sensasi kesemutan di kaki dan jari

Sekitar 99 persen kalsium pada tubuh disimpan di tulang. Elektrolit esensial ini bertanggung jawab dalam pembentukan tulang, kontraksi otot, pembekuan darah, fungsi berbagai enzim, dan menjaga irama jantung normal. Di dalam tubuh, kadar kalsium dijaga oleh kelenjar paratiroid, yang menghasilkan hormon yang dapat menaikkan dan menurunkan kadar kalsium darah.

Tingginya kadar kalsium atau yang juga dikenal sebagai hiperkalsemia, kerap dikaitkan dengan gangguan kelenjar paratiroid, tetapi juga dapat disebabkan oleh obat-obatan tertentu.

Terlalu banyak kalsium dapat menyebabkan rasa haus, batu ginjal, masalah frekuensi buang air kecil, nyeri tulang, kelemahan otot, kebingungan, sakit perut, depresi, kelelahan, dan sembelit.

Sementara itu, hipokalsemia atau kekurangan kalsium,sering terjadi sebagai akibat dari kekurangan vitamin D yang berperan penting dalam penyerapan kalsium. Gejala hipokalsemia biasanya berupa kesemutan pada kaki, jari, lidah, dan bibir, hingga kondisi yang lebih serius seperti kejang dan aritmia jantung.

3. Rasa gatal yang parah

Keseimbangan kadar fosfat dalam darah sangat penting untuk membangun molekul energi yang disebut adenosin trifosfat (ATP), yang bertanggung jawab dalam menyimpan dan mengangkut energi kimia ke sel. Tingginya kadar fosfat bisa berarti ginjalmu sedang terganggu. AGEN POKER TERPERCAYA

Elektrolit ini berasal dari fosfor, yang ditemukan dalam makanan kaya protein, seperti susu dan daging serta perlu diseimbangkan oleh ginjal. Jadi, faktor risiko terbesar untuk hiperfosfatemia atau terlalu banyak fosfor adalah penyakit ginjal lanjut.

Saat kadar fosfor terlalu tinggi, kamu mungkin mengalami gatal parah dan pengapuran pembuluh darah yang dapat mempengaruhi sistem peredaran darah dan menyebabkan batu ginjal. Sebaliknya, kadar fosfor yang terlalu rendah bisa dipicu oleh kekurangan gizi atau alkoholisme dan gejalanya berupa otot pernapasan yang lemah, aritmia jantung, bahkan kematian.

4. Dehidrasi

Dehidrasi dapat menyebabkan ketidakseimbangan elektrolit. Gejala dari dehidrasi ini bisa bervariasi tergantung pada elektrolit mana yang tidak seimbang dan apakah kadarnya terlalu tinggi atau terlalu rendah.

Salah satu elektrolit yang paling melimpah di tubuh adalah natrium dan perannya sangat penting. Natrium bertanggung jawab untuk menjaga keseimbangan cairan tubuh. Gejala hipernatremia atau terlalu banyak natrium dalam darah, seperti rasa haus, agitasi, keadaan pikiran yang berubah, kebingungan, kejang, hingga koma.

5. Kelelahan

Gejala lain yang juga sangat umum dari ketidakseimbangan elektrolit adalah kelelahan. Penyebabnya adalah kekurangan magnesium. Magnesium merupakan mineral yang terlibat di lebih dari 300 proses dalam tubuh dan berperan penting dalam melawan kelelahan.

Rekomendasi harian magnesium adalah 420 mg per hari untuk laki-laki dan 320 mg per hari untuk perempuan. Kamu bisa mendapatkan magnesium dengan mengonsumsi makanan seperti kacang-kacangan, biji-bijian, makanan laut, dan unggas.

Kebanyakan dari kita mengasosiasikan sumber elektrolit sebagai minuman berenergi atau air kelapa. Namun, sebenarnya sumber elektrolit terbaik biasanya berupa makanan, seperti kentang, alpukat, bayam, ubi jalar, jamur, kacang polong, dan buncis. Penuhi asupannya, ya! AGEN POKER ONLINE

By ichigo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *